mengatasi anak yang takut disunat

sunat tidak sakit
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Sunat tidak Sakit

Halo ayah bunda. Sebagian dari anda yang memiliki anak laki-laki pasti akan mengalami momen dimana harus mengantarkan putranya untuk disunat.
Ada yang memang atas kemauanya sendiri untuk disunat namun ada juga yang sudah besar tapi tidak berani untuk disunat. Sunat atau khitan bagi anak laki-laki hukumnya wajib. Namun, tak selalu mudah membujuk anak untuk disunat. Alasan utama mereka adalah takut merasakan sakitnya disunat.
Tak ada batasan minimal usia anak laki-laki untuk disunat. Sebagian orangtua telah mengkhitankan anak laki-lakinya sejak bayi. Tapi, kebiasaan dalam masyarakat kita, anak laki-laki baru dikhitan pada usia sekolah dasar. Padahal, justru di usia inilah anak-anak mulai bisa berpikir tentang proses sunat hingga akhirnya merasa takut menghadapinya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ayah dan bunda, mengapa putra anda sampai takut untuk disunat.
Yuuuk ayah bunda kita simak beberapa hal yang membuat anak anak takut disunat dan cara mengatasinya dibawah ini :
SALAH PERSEPSI
Tanpa sadar orangtua atau anggota keluarga yang lain sering menggunakan kata “sunat” sebagai hukuman. Misalnya saja dengan berkata, “Awas ya, kalau nakal nanti Ayah sunat!” Dan perkataan sejenis lainnya yang mengasosiasikan sunat sebagai sebuah hukuman yang menyeramkan. Akibatnya, anak memiliki persepsi yang menakutkan untuk kata sunat atau khitan.
Menurut psikolog Eri Vidiyanto, M.Psi. konsultan di Essa Consulting Jakarta. Kondisi inilah yang antara lain membuat anak takut disunat. Anak-anak memandang sunat itu menakutkan karena orangtua memang sudah memosisikan sunat sebagai suatu yang menyeramkan. Jadi, ada informasi yang tidak tepat yang sampai ke telinga anak berkaitan dengan sunat.
Ketakutan anak bisa semakin menjadi ketika sebagian teman atau saudara-saudaranya yang sudah disunat ikut menakut-nakuti lantaran iseng atau usil. Lagi-lagi, anak mendengar informasi yang salah soal khitan.
Rasa takut itu berasal dari pikiran. Apa yang salah bisa dianggap benar oleh anak. Nah, karena dia sudah punya persepsi yang menakutkan, maka muncullah rasa takut itu.

Subscribe Artikel kami

Dapatkan info menarik dan terbaru juga terupdate mengenai beberapa pembahasan atau artikel kami seputar sunat di sidoarjo.

Bagikan posting ini dengan teman-teman Anda

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email